Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam
Home » » Menjaga Diri di Zaman Yang Penuh dengan Fitnah (bag.2)

Menjaga Diri di Zaman Yang Penuh dengan Fitnah (bag.2)

Ayat yang agung ini tidak dimaksudkan untuk menafikan amar makruf nahi mungkar. Menyeru pada kebaikan dan melarang dari keburukan harus tetap ditegakkan selama kita masih berada dalam kondisi yan memungkinkan untuk melukannya. Abu Tsa'labah ra, salah seorang shahabat Nabi saw. ketika ditanya tentang ayat ini menjawab, "Demi Allah, kalian telah bertanya pada orang yang tepat. (Sesungguhnya) aku telah bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai ayat ini, maka beliau menjawab,
'Sebaiknya kalian harus tetap menyuruh pada kebaikan dan mencegah kemungkaran sampai kalian melihat (suatu zaman ketika) keserakahan ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia diutamakan, dan setiap orang bangga dengan pendapatnya. Pada saat itu, jagalah dirimu dan tinggalkanlah urusan orang banyak. Sesungguhnya akan datang masanya orang yang bersabar pada waktu itu bagaikan menggenggam bara api. Siapa yang tetap teguh pada amalnya (yang lurus) akan mendapatkan pahala seperti pahala lima puluh orang dari kalian'." (HR.Tirmidzi)

Demikianlah penafsiran surah al-Maidah ayat 105. Selama hati kaum mukminin masih bersatu, dan di antara mereka tidak saling mengancam, maka hendaknya masing-masing jiwa menegakkan amar makruf nahi mungkar seraya tetap menjaga diri dalam kebaikan. Akan tetapi, jika fitnah telah merajalela, hati manusia tak lagi menyimpan kepedulian maupun kasih sayang terhadap sesama, hawa nafsu dijadikan saka guru, dan masing-masing telah congkak dengan golongannya sendiri, maka tibalah saatnya setiap jiwa menjaga dirinya sendiri, dengan berpegang teguh pada petunjuk Allah dan Rasul-Nya, sebagaimana perintah Allah dalam ayat tersebut.

Hanya Allah-lah tempat kembali, dan Dia-lah yang akan memaparkan pada hari pembalasan segala apa yang dilakukan oleh manusia. Seluruh amal manusia akan dibalas sesuai kadarnya, dan sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan atau melupakan sedikit pun setiap jengkal amal manusia.

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian