Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam
Home » » Menjaga Diri di Zaman Yang Penuh dengan Fitnah (bag.1)

Menjaga Diri di Zaman Yang Penuh dengan Fitnah (bag.1)

Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Al-Maidah: 105)

Ayat yang mulia ini memerintahkan Hamba-hamba Allah yang beriman agar menjaga diri dalam kebaikan. Jika manusia benar-benar menjaga amalnya untuk tidak melakukan keburukan, niscaya kejahatan orang lain tidak akan pernah membahayakan dirinya.

Abdullah bin Abbas ra, ketika menafsirkan ayat ini mengatakan bahwa bila seorang hamba telah menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, maka tidak berbahaya baginya kesesatan orang yang sesat.

Sesungguhnya Allah akan membalasa tiap orang menurut perbuatannya sendiri, jika baik mendapat pahala dan jika jahat mendapat balasan yang setimpal. Allah berfirman:
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebaikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya." (Al-Baqarah: 286)

Allah memberikan petunjuk kepada kaum mukminin agar mengerjakan perbuatan yang mengandung maslahat bagi dirinya, dengan berpegang teguh kepada petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Apabila kaum mukminin telah menjalankan petunjuk Allah dengan baik, maka berdasarkan ayat di atas (Al-Maidah: 105), Allah akan menjamin mereka dari kejahatan dan gangguan orang-orang yang sesat, yang membangkang lagi menolak nasihat agama. Kaum mukminin yang taat kepada Allah, sedikit pun tidak akan dibebani oleh dosa dari orang-orang yang telah menempuh jalan kesesatan. Dan kesesatan orang-orang yang sesat sedikit pun tidak akan memudaratkan orang-orang yang taat kepada-Nya.

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian