Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam
Home » » Ayat Kursi Penangkal Setan

Ayat Kursi Penangkal Setan

Bagaimana pula tentang ayatul kursi ? Memang ada hadits yang
mengatakan bahwa barangsiapa yang membacanya akan dijauhkan Allah dari
segala godaan setan. Segala yang jahat-jahat akan lari daripadanya.
Sebab apa, seluruh isi ayat Kursi tersebut adalah justru berupa
kalimat Tauhid yang harus kita punyai dan miliki sebagai sikap rohani
kita. Ayat Kursi memberi tuntunan tentang keyakinan bahwa Allah itu
saja yang berkuasa, yang lain tidak. Yang lain dari pada Allah tidak
mempunyai daya kekuatan apapun. Maka kalau ayat Kursi sudah menjadi
sikap rohani kita tidak lagi setan akan masuk, sebagaimana telah
dijanjikan Allah, tatkala allah berdialog dengan setan. Setan minta
dispensasi agar dipanjangkan umur dan bertekad akan menggoda dan
mendatangi manusia, anak cucu Adam, dari mukanya, dari belakang, dari
samping dengan berbagai cara akan dijadikannya temannya dalam menghuni
neraka kelak.

Berkata setan,"Ya Tuhanku, berilah kesempatan padaku sampai hari
kebangkitan". Allah berkata: "Kamu diberi kesempatan sampai hari yang
telah ditentukan". Setan berkata: "Dengan kekuasaan-Mu akan
kuselewengkan mereka semua, kecuali hamba-hamba- Mu yang ikhlash." (QS
38:79,83)
Hamba-hamba yang ikhlash adalah yang men-Tauhidkan Allah SWT. Pemahan,
Penghayatan, dan sikap jiwa ini bertambah tebal dan mantap kalau kita
rajin membaca dan mengamalkan ayatul Kursi itu. Kita akan mendapatkan
ganjaran yang besar dan merasakan nikmat-Nya di dalam kehidupan dunia
ini yaitu tidak ada celah dan kesempatan bagi setan untuk
menggoda/menyesatkan hamba yang ikhlash. Inilah kelebihan ajaran
islam. Berlaku untuk kehidupan dunia dan kehidupan akhirat serta
memberikan kepastian tentang kehidupan akhirat itu. Itulah ganjaran
kalau kita bersikap tauhid.
Sikap demikian itu kita realisasikan dalam kehidupan atau kita
terjemahkan di dalam perbuatan sehari-hari. Nikmatnya akan dapat kita
rasakan bukan saja di akhirat kelak tetapi pun semasa kita berada di
atas dunia ini. Sekali lagi karena sikap dan perbuatan kita berjiwakan
ikhlas kepada Allah. Pada dasarnya tauhid dan ikhlas itu adalah
identik. Tauhid adalah sikap rohani dan ikhlas adalah niat yang
dilahirkan dari sikap Tauhid itu sendiri di dalam beramal atau
berkarya.

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian