Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam
Home » , , » Shalat

Shalat

Shalat
Shalat adalah amal yang pertama kali diperhitungkan oleh Allah di hari kiamat kelak bagi orang-orang yang beriman kepada Allah. Sedangkan bagi orang-orang yang kafir sudah tidak ada yang perlu untuk diperhitungkan, karena sebaik atau sebanyak apapun amal kebaikan yang diperbuat orang kafir di dunia maka tak akan gunanya di akhirat kelak.
Shalat merupakan cerminan dari keseluruhan amalan bagi orang yang beriman, hal ini sebagaimana sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ ” .
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala  mengatakan, ’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.” (Hadits riwayat Imam Ahmad dalam Musnadnya)
Di dalam hadits tersebut secara jelas Rasulullah menerangkan bahwasanya shalat-lah nanti yang akan Allah perhitungkan setelah keimanan seseorang, jadi ketika seorang beriman tidak serta merta Allah akan memasukkan di surga saat di akhirat, tapi Allah akan melihat amal shalatnya dulu, karena shalat itu sendiri adalah pembuktikan dari iman. seperti seorang lelaki yang mencintai seorang wanita, ia baru dikatakan orang yang mencintainya jika sudah memberikan bukti cintanya. Hal ini sebagaimana pula dari definisi iman itu sendiri, yaitu :
اَلْإِيْمَانُ :  التقرير بالسان ، والتصديق بالجنان ، والعمل بالأركان .
Iman adalah pernyataan dengan perkataan, pembenaran di dalam hati dan dibuktikan dengan perbuatan-perbuatan.
Oleh karena itu, jika kita mengaku sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah, maka kerjakan dan dirikinlah shalat dengan sebenar-benarnya. Bisa saja kita mengaku sebagai orang yang beriman, akan tetapi Allah tidak mengakui atas keimanan kita tersebut.
Mengenai pembahasan tentang shalat ini nanti akan kami terangkan lebih lengkap lagi dalam tulisan-tulisan kami selanjutnya.

Wallahu’alam ...

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian