Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam

Anjuran Bertanya tentang Keadaan Orang yang Sakit

Dari Ibnu Abbas ra. berkata,
"Bahwa Ali bin Abu Thalib ra. keluar dari rumah Rasulullah saw. pada saat beliau sakit menjelang wafat. Lalu, orang-orang bertanya kepadanya, 'Hai Abu Hasan (Ali bin Abi Thalib), bagaimana keadaan Rasulullah saw.?' Ia menjawab, 'Alhamdulillah (segala puji bagi Allah), (beliau akan) segera sembuh'." (HR.Bukhari)

Hadist yang mauquf (disandarkan kepada sahabat) menganjurkan kita umat islam, untuk bertanya tentang keadaan orang yang sakit jika ada uzur (halangan) untuk menjenguknya, karena hal itu bisa membuatnya (orang yang sakit) senang jika diketahui.

Dan di dalam hadist ini juga, menganjurkan bagi orang yang ditanya tentang kondisi orang yang sakit untuk menjawab dengan yang menenteramkan hati penanya dan yang sakit sehingga dapat menenangkan jiwa keduanya.

Anjuran Setelah Makan Menjilati Jari-jarinya

Dari Ibnu Abbas ra. berkata, Rasulullah saw. bersabda,
"Apabila salah seorang di antara kamu selesai makan, maka janganlah membersihkan jari-jarinya sebelum menjilatinya sendiri atau orang lain menjilatinya." (Muttafaq 'Alaih)

Dalam hadist ini kita dianjurkan menjilati jari-jari atau sendok sebelum dilap atau dicuci serta larangan membiarkan sisa makanan menempel padanya.
Kenapa begitu?? Mungkin orang-orang yang tidak beriman dan tidak mempercayai apa yang diucapkan oleh Rasulullah saw. akan mengatakan bahwa 'islam agama yang jorok' karena sehabis makan disuruh menjilat-jilati jarinya.
Tapi tahukah anda? bahwa para dokter di dunia ini telah mengeluarkan suatu hasil dari penelitian yang mereka lakukan, bahwa seseorang yang makan dengan tangan dan menjilati jarinya setelah makan, akan membantu proses pembusukkan makanan di dalam perut, sehingga makanan tidak mengendap, dan menyebabkan penyakit di dalam tubuh.

Dan makna hadist yang kedua, adalah diperbolehkannya menjilati jari-jari orang lain yang memiliki hubungan saling mencintai dan percaya dengan harapan mendapat berkah dari orang yang dijilati jari-jariny serta tidak menjijikan, seperti anak dan orang-orang yang dicintai. Sebagaimana Nabi saw. pernah mengunyahkan makanan, kemudian makanan yang telah dikunyah itu diberikan kepada anak kecil.

Adab dan Amal Yang Utama Pada Hari Jum'at (2)

6. Memutus pembicaraan, dan berhenti main-main dengan apapun (seperti memainkan handphone) ketika imam telah berkhutbah, Rasulullah saw. bersabda,
"Jika engkau berkata kepada temanmu ketika imam sedang berkhutbah, 'Diamlah,' maka engkau telah berbuat sia-sia." (HR.Muslim)
Rasulullah saw. bersabda,
"Barangsiapa menyentuh pasir, ia telah berbuat sia-sia, ia tidak mempunyai pahala shalat Jum'atnya." (HR.Muslim)

7. Hukumnya makruh melangkahi orang-orang yang duduk dan memisahkan mereka, Rasulullah saw. pernah bersabda kepada orang yang melangkahi manusia,
"Duduklah, sungguh engkau telah menyakiti." (HR.Abu Daud)
Rasulullah saw. bersabda,
"Dan tidak boleh memisahkan dua orang." (HR.Bukhari)

8. Diharamkan menjalankan aktifitas jual-beli setelah adzan shalat Jum'at, karena Allah berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum'at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli." (Al-Jumu'ah: 9)

9. Disunnahkan banyak membaca al-Qur'an di malam dan siang hari Jum'at, Rasulullah saw. bersabda,
"Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at, maka cahaya meneranginya di antara dua Jum'at." (HR.Hakim)

10. Memperbanyak shalawat dan salam kepada Nabi, Rasulullah saw. bersabda,
"Perbanyaklah shalawat terhadapku pada hari Jum'at dan malamnya, karena barangsiap berbuat itu, aku menjadi saksi dan pemberi syafaat baginya pada hari kiamat." (HR.Baihaqi)

11. Memperbanyak doa pada hari Jum'at, karena di hari Jum'at terdapat waktu dikabulkannya doa dan barangsiapa berdoa pada waktu tersebut, doanya dikabulkan dan Allah memberikan apa yang dimintanya. Rasulullah saw. bersabda,
"Sesungguhnya pada hari Jum'at terdapat waktu dan tidaklah seorang muslim meminta kebaikan kepada Allah pada saat tersebut melainkan Allah memberi apa yang dimintanya." (HR.Muslim)

Adab dan Amal Yang Utama Pada Hari Jum'at (1)

1. Mandi dari apa saja yang mengenai badannya, Rasulullah bersabda,
"Mandi pada hari Jum'at adalah kewajiban bagi setiap orang yang pernah bermimpi (baligh)." (Muttafaq 'alaih)

2. Mengenakan pakaian yang bersih, dan menggunakan parfum, Rasulullah saw. bersabda,
"Setiap orang Muslim wajib mandi pada hari Jum'at, mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya, dan jika ia mempunyai parfum maka ia menggunakannya." (HR.Ahmad)

3. Berangkat shalat Jum'at secara dini dalam arti segera pergi sebelum waktunya, Rasulullah saw. bersabda,
"Barangsiapa mandi pada hari Jum'at seperti mandi junub, kemudian berangkat pada jam pertama, ia seperti berkurban dengan unta. Barangsiapa berangkat pada jam kedua, ia seperti berkurban dengan sapi. Barangsiapa berangkat pada jam ketiga, ia seperti berkurban dengan kambing. Barangsiapa berangkat pada jam keempat, ia seperti berkurban dengan ayam betina. Dan barangsiapa berangkat pada jam kelima, ia seperti berkuran dengan telur. Jika imam telah keluar (maksudnya naik ke atas mimbar), maka para malaikat datang untuk mendengarkan dzikir." (HR.Malik)

4. Shalat sunnah empat raka'at atau lebih ketika masuk masjid, Rasulullah saw. bersabda,
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jum'at, bersuci dengan bersuci yang dapat ia lakukan, menggunakan minyak, atau menggunakan parfum, kemudian berangkat ke masjid tanpa memisahkan di antara dua orang, mengerjakan shalat yang diwajibkan kepadanya, dan diam ketika imam bicara, melainkan dosa-dosanya antara hari Jum'at dengan hari Jum'at berikutnya diampuni selagi ia tidak mengerjakan dosa-dosa besar." (HR.Bukhari)

5. Jika seseorang masuk masjid, sedang imam sedang berkhutbah, ia shalat tahiyatul masjid dua raka'at ringan, Rasulullah saw. bersabda,
"Jika salah seorang dari kalian masuk masjid sedang imam sedang berkhutbah, hendaklah ia shalat dua raka'at dan hendaklah ia meringankannya." (HR.Abu Daud)

Katakanlah 'Insya Allah' Apabila Akan Melakukan Suatu Perbuatan

Allah Berfirman,
"Dan jangan sekali-kali engkau mengatakan terhadap sesuatu, 'Aku pasti melakukan itu besok pagi,' kecuali (dengan mengatakan), 'Insya Allah.' Dan ingatlah kepada Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, 'Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepadaku agar aku yang lebih dekat (kebenarannya) daripada ini.'" (Al-Kahf: 23-24)

Ibnu Abbas menerangkan, "Kedua ayat ini diturunkan berkenaan dengan jawaban tergesa Rasulullah ketika orang-orang Quraisy datang dan bertanya kepada beliau tentang kisah para pemuda zaman dahulu yang tertidur di dalam gua 'Ashbabul Kahfi'." (HR.Ibnu Ishaq)

Ayat ini mengajarkan kita suatu adab yang amat mulia, yang mana kita dilarang untuk mengatakan akan melakukan suatu hal di waktu yang akan datang dengan pasti, melainkan kita harus mengatakan 'Insya Allah' (Jika Allah Menghendaki), karena kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dengan kita, mungkin esok hari, nanti malam, tatkala pagi, atau sedetik lagi kita akan mati, dan kita juga tidak tahu apakah kita mampu melakukan hal yang direncanakan itu, karena Allah berfirman,
"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Al-Insan: 30)

Larangan Memisahkan Dua Orang Yang Sedang Duduk Bersama

Dari Amr bin Syu'aib diberitahu oleh bapaknya dan bapaknya diberitahu oleh kakeknya ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda,
"Tidak halal seseorang memisahkan antara dua orang, kecuali dengan izin mereka."
(HR.Abu Daud & Tirmidzi) Tirmidzi berkata, "Hadist ini hasan."
Di dalam riwayat Abu Daud lainnya,
"Tidak boleh seseorang duduk di antara dua orang, melainkan atas izin mereka."

Larangan ini (memisahkan dua orang yang berdampingan dan duduk di antaranya), kecuali atas izin mereka. Selain itu, tidak diperbolehkan mencuri dengar pembicaraan mereka kecuali mendapat izin, terutama jika mereka berbicara secara rahasia.
Akan tetapi jika kita melihat laki-laki dan perempuan yang bukan mahram duduk berdampingan, maka itu bukan termasuk larangan yang dimaksud dalam hadist ini. Karena laki-laki dan perempuan yang bukan mahram duduk berdampingan atau berbicara berduaan, maka fitnahnya lebih besar.

Ucapan Saat Bersin dan Orang Lain Mendengarnya

Jika seorang muslim bersin dan membaca alhamdulillah, maka muslim lain yang mendengarkannya mendoakannya dengan berkata, "Yarhamukallah (mudah-mudahan Allah merahmatimu)," kemudian orang yang bersin berkata, "Yaghfirullah li wa laka (semoga Allah memberi ampunan kepadaku dan kepadamu)," atau ia berkata, "Yahdikumullahu wa yushlihu balaku (semoga Allah memberi petunjuk kepadamu, dan memperbaiki hatimu)," karena Rasulullah saw. bersabda,
"Jika salah seorang dari kalian bersin, maka hendaklah ia berkata, 'Segala puji bagi Allah,' dan hendaklah saudaranya mengatakan padanya, 'Semoga Allah merahmatimu,' dan jika saudaranya telah mengatakan, 'Semoga Allah merahmatimu,' maka hendaklah orang yang bersin berkata, 'Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu, dan memperbaiki hatimu." (HR.Bukhari)
Abu Hurairah ra. berkata,
"Jika Rasulullah saw. bersin, beliau meletakkan tangannya, atau pakaiannya di mulutnya, dan merendahkan suaranya." (HR.Syaikhan)

Mengucapkan Salam dan Berjabat Tangan

Salah satu adab yang baik dalam islam, hendaklah seorang muslim mengucapkan salam jika ia bertemu dengan orang muslim lainnya dimana pun dengan mengatakan "As-Salamu Alaikum wa Rahmatullah", kemudian berjabat tangan, dan menjawab salamnya dengan berkata, "Wa Alaikumus Salam wa Rahmatullah wa Barakatuhu", karena dalil-dalil berikut,
Firman Allah,
"Apabila kamu diberi salam dengan ucapan salam, maka balaslah salam tersebut dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa)." (An-Nisa': 86)

Nabi saw. bersabda,
"Orang yang berada di atas kendaraan mengucapkan salam kepada orang yang berjalan kaki, orang yang berjalan mengucapkan salam kepada orang yang duduk, dan orang yang sedikit mengucapkan salam kepada orang yang banyak." (Muttafaq 'alaih)
Rasulullah saw. bersabda,
"Sesugguhnya para malaikat heran kepada seorang muslim yang berjalan melewati seorang muslim lainnya, namun ia tidak mengucapkan salam."
Nabi saw. bersabda,
"Ucapkan salam kepada orang yang engkau kenal, dan orang yang tidak engkau kenal." (Muttafaq 'alaih)
Rasulullah saw. bersabda,
"Tidaklah dua orang muslim bertemu, kemudian berjabat tangan, melainkan keduanya diampuni sebelum keduanya berpisah." (HR.Imam Tiga)
Nabi saw. bersabda,
"Barangsiapa memulai pembicaraan sebelum mengucapkan salam, maka janganlah kalian menggubris pembicaraannya hingga ia mengucapkan salam." (HR.Thabrani)

Mengucapkan salam dan berjabat tangan itu hanya di anjurkan kepada yang mahram, bukan yang lain.
Dan mengucapkan salam hukumnya sunnah, dan bagi yang menjawabnya adalah fardhu kifayah. Akan tetapi, lebih besar pahalanya bagi yang mengucapkan salam terlebih dahulu.

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian