Website Baru Kami, Klik Gambar

Website Baru Kami, Klik Gambar
Kajian Ilmu Agama Islam

Sunnah-sunnah Wudlu (2)

7. Menyela-nyela jenggot yang lebat,
Diriwayatkan dari Anas ra, "Bahwasanya Rasulullah saw. bila berwudlu beliau mengambil seciduk air dan memasukkan di bawah mulut, lalu menyela-nyela jenggotnya dengan air tersebut." Kemudian katanya : "Demikianlah yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhanku Azza wa Jalla." (HR.Abu Dawud)
8. Menyela-nyela jari-jari tangan dan kaki,
Dari Laqith bin Shabarah ra. ia bertanya kepada Rasulullah saw., "Ya Rasulallah jelaskan kepadaku tentang wudlu?" Maka nabi saw. bersabda,
"Sempurnakan wudlu dan sela-selalah antara jari-jari, serta bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (menghirup air dengan hidung) kecuali jika kamu berpuasa." (HR.Abu Dawud & Tirmidzi)
9. Mendahulukan (membasuh) anggota badan yang kanan dari yang kiri,
Rasulullah saw. bersabda,
"Jika kalian berwudlu, maka mulailah dengan bagian kanan." (HR.Ahmad & Tirmidzi)
10. Dilakukan tiga kali-tiga kali,
Utsman ra. berkata,
"Apaka kalian tidak ingin aku perlihatkan wudlu Rasulullah saw.? Kemudian beliau berwudlu, masing-masing dilakukan tiga kali." (HR.Muslim)
11. Berturutan,
Yakni berturutan dalam mensucikan (membasuh/mengusap) anggota-anggota wudlu, sekiranya basuhan pertama belum kering ketika beralih ke basuhan selanjutnya. Dalilnya adalah itti'ba' (mengikuti) terhadap hal-hal yang telah maklum dari hadist-hadist di atas.

Sunnah-sunnah Wudlu (1)

Sunnah-sunnah Wudlu itu jumlahnya amat banyak, dan akan kami sebutkan sunnah-sunnahnya yang paling utama, yaitu:
1. Menyebut nama Allah ketika memulai wudlu dengan berkata, "Bismillah", karena Nabi saw. bersabda,
"Tidak ada wudlu bagi orang yang tidak menyebutkan nama Allah padanya." (HR.Ahmad & Abu Dawud)
2. Membasuh/mencuci kedua telapak tangan hingga tiga kali sebelum dimasukkan ke dalam tempat wudlu
3. Berkumur-kumur
4. Intinsyaq (menghirup air dengang hidung dan istintsar (mengeluarkan air dengan hidung)
5. Mengusap seluruh kepala.
Dalil dari sunnah-sunnah wudlu yang empat ini adalah hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari hadist Abdullah bin Zaid ra. Beliau ditanya tentang wudlu Rasulullah saw. lalu beliau meminta satu bejana air, kemudian beliau memperlihatkan kepada mereka (para penanya) bentuk wudlunya Nabi saw. beliau alirkan air dari bejana dan membasuh tangannya sampai tiga kali, kemudian memasukkan tangannya dalam bejana. Lalu berkumur, menghirup air dengan hidungnya dan menghembuskannya dengan tiga kali cidukan. Kemudian memasukkan tangannya dan membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian membasuh tangannya sampai siku dua kali. Kemudian memasukkan lagi tangannya dan mengusap kepalanya dari depan dua kali dan dari belakang sekali. Kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kaki.
6. Mengusap kedua telinga, luar dan dalamnya dengan air yang baru.
Sebagaimana diriwayatkan Tirmidzi dari Ibnu Abbas ra. "bahwasanya Nabi saw. mengusap (seluruh) kepalanya dan kedua telinganya luar dan dalamnya."
Dalam riwayat Nasa'i, "beliau saw. mengusap kepala dan telinganya. Bagian dalam dengan jari telunjuk dan bagian luar dengan jempol."
Al-Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid ra. dalam hal bentuk dari wudlunya Rasulullah saw. bahwasanya beliau saw. berwudlu, lalu mengusap kedua telinganya dengan air yang bukan bekas dipakai untuk mengusap kepalanya.

Fardhu Wudlu

Fardlu (hal-hal yang harus dilakukan dalam) wudlu ada enam, yaitu:
1. Niat ketika membasuh wajah
2. Membasuh muka/wajah
3. Membasuh kedua tangan sampai siku-siku
4. Mengusap sebagian dari kepala
5. Membasuh kedua kaki sampai mata kaki
6. Tartib

Hal ini berdasarkan firman Allah,
"Hai orang-orang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai dengan kedua siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki." (Al-Maidah:6)

Kedua siku dan mata kaki termasuk anggota yang wajib dibasuh. Berdasarkan hadist riwayat Muslim dari Abu Hurairah ra. bahwasanya ia (Abu Hurairah) berwudlu, membasuh mukanya dan menyempurnakan (basuhan) wudlunya. Kemudian membasuh tangannya yang kanan sampai pada lengan atasnya. Dan membasuh tangan kirinya, juga sampai lengan atasnya. Kemudian mengusap kepalanya, dan membasuh kaki kanannya sampai pada betisnya. Kemudian membasuh kaki kirinya juga sampai pada betisnya. Lalu katanya: Demikianlah aku melihat Rasul saw. berwudlu.

Makna 'bi ru-uusikum adalah bagian dari kepala. Sebagaimana di tunjukkan oleh riwayat Muslim dan lain-lain dari Al-Mughirah ra.,
"Sesungguhnya Rasulullah saw. berwudlu, lalu mengusap ubun-ubunnya, dan mengusap imamahnya (sorban di kepala)."
Ubun-ubun adalah bagian depan kepala, dan ia termasuk bagian dari kepala. Dalam hadist beliau saw. mencukupkan mengusap ubun-ubunnya, menunjukkan bahwa mengusap sebagian kepala adalah termasuk fardhu, dan dapat dilakukan pada bagian mana saja asal masih dalam batas kepala.

Sedangkan dalil kefardlun niat pada awal wudlu - atau pada ibadah-ibadah lain yang diharuskan berniat - adalah dari sabda Rasul saw.
"Sesungguhnya amal itu disertai niat." (Muttafaq 'alaih)
Maksudnya, secara syara' amal-amal tidak akan dianggap sah bila tanpa disertai niat.

Membunuh {bag.3}

Rasulullah saw. bersabda,
"Ketahuilah, barangsiapa yang membunuh seorang yang mendapat jaminan perlindungan suaka (mu'ahid) yaitu yang mendapatkan jaminan Allah dan RasulNya, maka sungguh orang tersebut telah mengkhianati perlindungan Allah dan dia tidak akan mencium wangi surga, padahal sesungguhnya wanginya surga itu dapat tercium dari jarak perjalanan empat puluh tahun." (HR.Tirmidzi)

Nabi saw. bersabda,
"Barangsiapa yang membantu untuk membunuh seorang Mukmin (sekalipun) dengan sepotong kata, niscaya dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam keadaan tertulis di kedua matanya, 'Terputus dari rahmat Allah'." (HR.Ibnu Majah)

Rasulullah saw. bersabda,
"Semoga Allah mengampuni setiap dosa, kecuali seseorang yang mati dalam keadaan kafir, atau seseorang yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja." (HR.Ahmad)

Membunuh {bag.2}

Nabi saw. bersabda,
"Apabila ada dua orang muslim saling berhadapan dengan (menenteng) pedang mereka berdua (dan saling membunuh), maka yang membunuh dan yang terbunuh (sama-sama) di dalam neraka." Ditanyakan (kepada beliau), "Yang membunuh itu (masuk akal bila masuk neraka) tapi bagaimana dengan yang terbunuh?" Beliau menjawab, "Karena dia (yang terbunuh tersebut sebenarnya) juga sangat ingin membunuh rivalnya." (Muttafaq 'alaih)

Nabi saw. bersabda,
"Sungguh membunuh seorang Mukmin adalah lebih besar di sisi Allah daripada hilangnya dunia." (HR.Nasa'i)
"Tidaklah seorang hamba bertemu dengan Allah, di mana dia tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun dan tidak menumpahkan darah yang haram, melainkan dia masuk surga dari pintu mana saja yang dia kehendaki." (HR.Ahmad)
"Yang paling pertama diputuskan (dalam pengadilan Allah) pada perkara antara manusia adalah masalah darah (yang ditumpahkan)." (HR.Syaikhan)

Rasulullah saw. bersabda,
"Dosa besar yang paling besar adalah: menyekutukan Allah (syirik), membunuh jiwa (yang diharamkan Allah), durhaka kepada kedua orang tua, dan sumpah dusta." (HR.Bukhari)
"Sesungguhnya Allah enggan atas orang yang membunuh seorang Mukmin", beliau bersabda demikian tiga kali. (HR.Ahmad)
"Tidaklah seseorang dibunuh secara zhalim melainkan putra Nabi Adam yang pertama (sang pembunuh) ikut menanggung darahnya (maksudnya: dosanya), karena dialah orang yang paling pertama memberikan tauladan membunuh." (Muttafaq 'alaih)

Juga sabda beliau saw.,
"Barangsiapa yang membunuh seorang kafir yang memiliki perjanjian damai dengan kaum Muslimin (mu'ahad), maka dia tidak akan mencium wangi surga, padahal sesungguhnya wangi surga itu dapat tercium dari jarak empat puluh tahun perjalanan." (HR.Bukhari)

Membunuh {bag.1}

Allah berfirman,
"Barangsiapa yang membunuh seorang Mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah Neraka Jahanam, dia kekal di dalamnya, dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya." (An-Nisa: 93)
"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang haq, dan tidak berzina; barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapatkan (pembalasan) dosa(nya). Azab untuknya akan dilipatgandakan pada Hari Kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat." (Al-Furqan: 68-70)
"Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya." (Al-Ma'idah: 32)
"Apabila bayi-bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup itu ditanya, karena dosa apa dia dibunuh?" (At-Takwir: 8-9)

Nabi saw. bersabda,
"Jauhilah tujuh dosa yang membinasakan...", kemudian menyebutkan (di antaranya adalah), "membunuh jiwa yang Allah haramkan."

Dan Nabi saw. pernah bersabda, ketika beliau ditanya,
"Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?" Beliau menjawab,
"Engkau menjadikan sekutu bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakanmu." Orang itu berkata,
"Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab,
"Engkau membunuh anakmu karena takut akan ikut makan bersamamu." Orang itu bertanya lagi,
"Kemudian apa lagi?" Beliau menjawab,
"Engkau berzina dengan istri tetanggamu." (HR.Syaikhan)

Nabi saw. bersabda,
"Seorang Mukmin senantiasa berada pada kelapangan dari agamanya, selama tidak menumpakahkan darah yang haram."

Nabi saw. bersabda,
"Janganlah kalian menjadi orang-orang kafir setelah aku (wafat), dimana sebagian kalian akan memenggal leher sebagian yang lainnya." (HR.Syaikhan)

Syirik (Menyekutukan Allah)

Syirik adalah Anda menjadikan suatu tandingan (sekutu) bagi Allah, padahal Dialah yang menciptakan Anda, dan Anda menyembah selainNya berupa batu, pohon, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, atau hal-hal semacamnya.
Allah berfirman,
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendakiNya." (An-Nisa: 48)
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya ialah neraka." (Al-Ma'idah: 72)
"Sesungguhnya mempersekutukan Allah (syirik) adalah benar-benar kezhaliman yang besar." (Luqman: 13)

Dan ayat-ayat mengenai dosa besar ini sangatlah banyak.

Karena itu barangsiapa yang menyekutukan Allah, kemudian dia mati dalam keadaan sebagai seorang musyrik, maka dia termasuk penduduk neraka, secara qath'i (tidak bisa dibantah). Sebagaimana halnya orang yang beriman kepada Allah, lalu mati dalam keadaan sebagai seorang Mukmin, maka dia termasuk penduduk surga; sekalipun dia (mungkin akan terlebih dahulu) diazab di neraka (karena dosa-dosa selain syirik yang pernah dilakukannya).

Dan Nabi saw. bersabda,
"Maukah aku tunjukkan kepada kalian dosa besar yang paling besar? Yaitu: Syirik kepada Allah...." (Muttafaq 'alaih)
"Jauhilah tujuh (dosa) yang membinasakan...," lalu beliau menyebutkan di antaranya adalah syirik.
"Barangsiapa yang mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia." (HR.Bukhari)

Total Pengunjung

Powered by Blogger.

Pencarian